Showing posts with label Artikel. Show all posts
Showing posts with label Artikel. Show all posts

Wednesday, 31 October 2012

Job Description of System Analyst



Seorang Analis Sistem mendesain solusi TI baru untuk meningkatkan efisiensi bisnis dan produktivitas untuk klien eksternal atau klien internal (seperti departemen dalam organisasi yang sama). Bekerja sama dengan klien, seorang Analis memeriksa model bisnis yang ada dan aliran data, mendiskusikan temuan mereka dengan klien, dan merancang perbaikan yang tepat solusi TI.
Menurut Mark Donnelly, Analis Sistem perlu menganalisis dan memecahkan masalah secara efisien sehingga mencapai hasil dan deadline. Dia harus mampu menangani beberapa proyek untuk memantau secara bersamaan, memiliki kemampuan untuk mengatur, memprioritaskan, dan menunjukkan inisiatif terhadap masalah yang ada. Keahlian teknis dan perhatian terhadap detail juga penting. Selain itu keterampilan interpersonal, komunikasi secara tertulis maupun verbal juga sangat penting.
Mereka menghasilkan desain garis dan pengaturan biaya sistem TI baru, menentukan operasi sistem akan dilakukan, dan menyusun data akan dilihat oleh user, mempresentasikan desain mereka ke klien dan setelah disetujui, bekerja sama dengan tim klien untuk mengimplementasikan solusi.
Khas aktivitas kerjanya kebanyakan Analis Sistem bekerja dengan jenis tertentu sistem TI, yang bervariasi dengan jenis organisasi. Aktivitas kerja juga tergantung pada ukuran dan sifat organisasi, tetapi biasanya meliputi:
  • penghubung secara ekstensif dengan klien eksternal atau internal;
  • menganalisis sistem klien yang sudah ada;
  • menerjemahkan kebutuhan klien ke celana proyek sangat ditentukan;
  • mengidentifikasi pilihan untuk solusi potensial dan menilai mereka untuk kesesuaian baik teknis dan bisnis;
  • menyusun proposal khusus untuk dimodifikasi atau sistem pengganti;
  • memproduksi laporan kelayakan proyek;
  • menyajikan proposal kepada klien;
  • bekerja sama dengan pengembang dan berbagai pengguna akhir untuk memastikan kompatibilitas teknis dan kepuasan pengguna;
  • memastikan bahwa anggaran dipatuhi dan deadline dipenuhi;
  • menyusun jadwal pengujian untuk sistem lengkap;
  • mengawasi pelaksanaan sistem baru;
  • perencanaan dan bekerja fleksibel untuk tenggat waktu;
  • menulis buku petunjuk;
  • memberikan pelatihan kepada pengguna sistem baru;
  • menjaga up to date dengan perkembangan sektor teknis dan industri.
Jenis pekerjaan ini di sektor IT selalu berubah-ubah, maksudnya selalu mengikuti perkembangan kemajuan teknologi, dan juga bergabung  antara organisasi. Ini adalah ide yang baik untuk melihat deskripsi pekerjaan tersebut. Sebagai contoh, analis dapat dikenal sebagai sistem atau analis bisnis atau hanya sebagai IT konsultan.
Situasi ini semakin rumit dengan pengenalan bahasa generasi keempat (4GL) dan objek-berorientasi pemrograman, yaitu bahasa pemrograman yang dirancang untuk mengurangi waktu dan biaya pengembangan perangkat lunak (contoh: JAVA Programming). Hal ini juga membuat lebih mudah untuk 'analis / pengembang' untuk merancang dan memodifikasi sistem. Batas-batas tradisional antara analisis sistem dan pemrograman telah terkikis dan banyak praktisi sekarang menganggap diri mereka sebagai analis / pengembang. Beberapa tumpang tindih dengan manajemen proyek juga umum.
Berikut ini adalah jenis-jenis skill beserta skalanya untuk bisa menjadi Analis Sistem:
  • verbal & written communication / prepare documentation / train others in lay terms = 23,28%
  • interpersonal / ability to get along with others & work well in a team = 14,81%
  • results oriented / meet deadlines / maintain calm approach with multiple tasks = 8,99%
  • ability to solve problems creatively / strong analysis skills = 8,99%
  • attention to detail = 6,87%
  • ability to work independently / self-starter = 5,82%
  • technical aptitude = 5,29%
  • organization skills = 3,70%
  • leadership / sense of professionalism = 3,17%
  • flexible / able to adapt to change = 2,64%
  • ability to "sell" concepts and ideas / negotiate = 2,64%
  • motivated / an eager and quick learner = 2,64%
  • customer oriented = 2,11%
  • positive attitude / ability to build morale in others = 1,58%
  • ability to interview and listen to others = 1,58%
  • presentation skills = 1,58%
  • good judgment = 1,58%
  • facilitation approach toward management = 1,58%
  • participative style of management = 1,06%
            Dari ke semua skill diatas, skill menganalisa berbagai masalah dan menyelesaikan masalah tersebut harus diseimbangi dengan skill komunikasi yang baik dengan pihak lain. Yang kemudian diikuti dengan kemampuan memanage project, sumber daya, kemampuan interpersonal dalam membantu end user dengan baik, open minded, a self motivated and self directed, familiar dengan dunia IT, pengalaman di dunia komputer, serta mampu menguasai beberapa bahasa pemograman seperti C++, Cobol, JAVA, dll (sebagai nilai tambah).

Sumber: http://www.prospect.ac.uk, http://www.umsl.edu

Sunday, 28 October 2012

Cara Mengambil Foto Avatar YM

Tengah malam baru ngeh saya kalau avatar ym orang lain itu gak bisa di ambil alias save as pemirsa. Karena ada keperluan mendesak, saya harus mengambil salah satu avatar teman ym saya atas seizinnya. Sebelumnya sih bingung dan sempet mikir, apa emang gak bisa kali ya tuh avatar kita ambil. Tapi, Alhamdulillah setelah cari-cari petunjuk dari dunia per'googlingan akhirnya ketemu juga caranya. Check it out!!
Dibawah ini screenshot yahoo.from-magic.com. Klik ini untuk menuju TKP, pemirsa.



Atau bisa juga melalui: http://img.msg.yahoo.com/avatar.php?yids=ID YM. Contohnya: http://img.msg.yahoo.com/avatar.php?yids=bianka_rk. Taraa.. avatarnya udah berhasil didapat, tapi kekurangannya sizenya kecil :'(. Sungguh disayangkan ya.

Saturday, 27 October 2012

Kode Warna HTML

Dibawah ini adalah kode warna HTML. Karena Saya tidak hapal 1-1 kodenya *hahaha, saya pasang ini pemirsa biar mudah dalam proses pengeditan warna template tanpa harus googling terlebih dahulu. Sekaligus share ke pemirsa pas mampir ke blog saya. Let's make your blog is colorfull :)





Atau pilih warna di bawah ini




SKRIPSI - TATA CARA PENULISAN ACUAN

TATA CARA PENULISAN ACUAN SKRIPSI 

Sebagai karya ilmiah maka Skripsi harus dilengkapi acuan kepada sumber informasi untuk menguatkan pernyataan yang tertulis. Sumber informasi tersebut dihimpun dalam suatu daftar acuan yang diberi judul Daftar Acuan, yang ditempatkan segera setelah bab terakhir Skripsi. Sumber data ataupun pengamatan yang tidak dipublikasikan atau yang berasal dari komunikasi pribadi tidak dicantumkan dalam daftar acuan tersebut. Kalaupun ada jenis informasi demikian dirnanfaatkan, maka pengacuannya dalam teks Skripsi dinyatakan sebagai berikut: di akhir bagian yang menyatakan informasi tersebut dicantumkan keterangan dalam tanda kurung siku sebagai berikut: [data tidak dipublikasikan] atau [Miller, komunikasi pribadi 1987].

Kesatu~~


Pengutipan Acuan di dalam Teks Skripsi

1.  Di dalam teks Skripsi, pengacuan pada sumber informasi dapat merupakan bagian kalimat dengan halaman yang diacu dinyatakan dalam tanda kurung mengikutinya, atau nama penulis dan nomor halaman seluruhnya dicantumkan dalam tanda kurung di akhir kutipan. Contoh : Harandi (152) menyatakan, bahwa ... atau ... (Harandi 152)
2. Jika acuan ditulis oleh dua pengarang, maka kedua nama pengarang dituliskan dengan menambahkan kata dan (dalam acuan buku berbahasa Indonesia atau kata and untuk buku acuan berbahasa Inggris) di antara nama kedua pengarang tersebut. Tetapi, jika acuan disusun oleh lebih dari dua pengarang, maka hanya nama pengarang pertama dituliskan, diikuti keterangan dkk. atau et al. di belakangriya (dicetak miring pada Penyunting Kata). Contoh : (Golub and Van Loon 222) (Ashadi dan Sumantri 432) (Wismoyo dkk. 300) (Rich et al 77)
3.   Jika hendak mengacu pada percobaan yang dilakukan X, yang nama dan percobaannya disebut dalam buku karangan Wismoyo dkk. (contoh di atas) di halaman 260, misalnya, maka pengacuannya dalam teks Skripsi dinyatakan sebagai berikut:Percobaan fusi dingin tahun 1989 memberikan hasil . . . (lihat Wismoyo dkk 1990: 260). Dalam hal demikian, jangan sekali-kali menuliskan acuan di dalam teks Skripsi jika buku karangan X tidak dicantumkan dalam Daftar Acuan, bahkan kemungkinan besar tidak diperiksa sendiri oleh mahasiswa.
4.  Jika penulis sudah jelas diidentifikasi di dalam teks Skripsi, maka tidak perlu diulangi dalam kutipan. Dalam seminar mengenai Cara Belajar Efektif di Perguruan Tinggi yang diselenggarakan oleh Senat Contoh : Mahasiswa Ilmu Komputer - Ul telah dibahas mengenaoi beberapa metoda yang dianggap efektif untuk belajar di perguruan tinggi (Ahmad 30). Nurdin Lubis menjelaskan bahwa cara belajar dalam kelompok dapat meningkatkan motivasi mahasiswa untuk mempelajari materi baru di perguruan tinggi (45-50).
5.  Jika lebih dari satu karya penulis yang sama dikutip, suatu bentuk singkat dari judul dituliskan.lbu Mien Sugandi menjelaskan keberatannya terhadap keikutsertaan Indira Sudiro dalam acara Miss Universe di Mexico (Sutanto, Wanita 25-35)
6.   Karya dalam beberapa volume dikutip sebagai berikut:Psikologi didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia (Danutirto 2:100). 
7. Cara penulisan kutipan diletakkan di dalam tanda kutip. Bila sebelum kutipan digunakan kata"menulis" atau "mengatakan" maka biasanya diikuti dengan tanda koma, sedangkan kata lainnya biasanya diikuti oleh tanda titik dua.Contoh : Ratno Singgih memberikan pendapatnyo mengenal dunia perfilman di Indonesia: "Film Indonesia belum bisa menjadi tuan rumah di negaranya sendiri." Ratno Singgih menulis, "Film Indonesia belum bisa menjadi tuan rumah di negaranya sendiri.” Ratno Singgih berpendapat "Film Indonesia belum bisa menjadi tuan rumah di negaranya sendiri.”
8.   Kutipan sepanjang empat baris atau lebih biasanya ditulis dalam suatu blok atau bentuk tampilan.  
9.  Kutipan ditulis mulai sepuluh ketukan dari tepi kiri, jarak antarbarisnya satu spasi, dan tidak diletakkan di dalam tanda kutip kecuali bila terdapat tanda kutip dalam teks aslinya. Bila terdapat kata yang dihilangkan maka dapat digunakan tanda elipsis yaitu tiga ketukan dengan tanda titik. Bila ingin menambahkan kata atau kalimat, dapat diletakkan di dalam tanda kurung siku.Contoh : Jenderal Eddy Sudrajat mengatakan bahwa: Pergantian Pangab akan dilakukan pada hari Sabtu   
10.  Tanggal 8 Mei 1993 … Jenderal Feisal Tanjung [saat ini menjabat sebagai Kepala Staf Umum ABRI] adalah seorang lulusan AKABRI angkatan 1962. (Rosihan 45)

Kedua~~

Sumber informasi yang dimasukkan dalam Daftar Acuan dapat berupa:
  1. Buku seluruhnya 
  2. Bab atau bagian suatu buku 
  3. Monografi 
  4. Makalah dalam majalah ataupun yang berasal dari suatu symposium atau pertemuan ilmiah lainnya
  5. Laporan ataupun naskah penerbitan suatu badan atau lembaga resmi. 
Naskah yang belum diterbitkan, namun sedang dipersiapkan untuk pencetakannya dapat dicantumkan dengan membubuhkan keterangan [sedang dicetak] di akhir acuan. Sumber informasi yang dicantumkan dalam Daftar Acuan hendaknya yang benar-benar diperiksa atau dibaca secara langsung serta relevan dengan masalah penelitian. Pemanfaatan informasi berupa abstrak. sedapat mungkin dihindari. Bilamana dianggap perlu benar, maka di akhir acuan hendaknya dibubuhkan keterangan [abstrak]. Pengetikan Daftar Acuan mengikuti ketentuan umum yang ditetapkan. Judul Daftar Acuan diketik secara simetris di batas atas bidang pengetikan. Acuan pertama dimulai empat spasi di bawahnya, di batas kiri bidang pengetikan. Baris kedua dan lanjutan tiap acuan dimulai lima ketukan ke dalam dari batas kiri bidang pengetikan, dengan jarak baris satu spasi. Acuan berikutnya dimulai di batas kiri bidang pengetikan, berjarak dua spasi dari baris terakhir acuan sebelumnya. Sesudah tiap tanda baca diberi hanya satu ketukan bebas, kecuali antara kependekan nama kecil pengarang atau inisial namanya tanpa ketukan kosong. Judul buku dan nama majalah dicetak miring (italics).

Penulisan Sumber Acuan untuk Buku

Unsur-unsur yang harus ada adalah Penulis, Judul Tempat: Penerbit, Tahun. 
  • Jarak antar unsur adalah satu ketukan kosong (setelah tanda titik)
  • Nama penulis ditulis terbalik atau berdasarkan nama keluarganya. Bila terdapat beberapa penulis, maka nama penulis kedua dan selanjutnya tidak lagi dituliskan terbalik melainkan berdasarkan nama yang tertulis di buku yang dijadikan acuan
  • Tahun penerbitan yang dipakai adalah tahun terakhir saat buku itu diterbitkan
  • Jika acuan ditulis oleh dua pengarang, maka kedua nama pengarang dituliskan dengan  menambahkan kata dan (untuk acuan buku berbahasa Indonesia) atau kata and (untuk buku acuan berbahasa Inggris) di antara nama kedua pengarang tersebut. Nama pengarang kedua tidak perlu dibalik melainkan ditulis dengan urutan biasa. Tetapi, jika acuan disusun oleh lebih dari dua pengarang, maka hanya nama pengarang pertama dituliskan, diikuti keterangan dkk. atau et al. di belakangnya (dicetak miring pada Penyunting Kata).Contoh : Atkinson, L.V. Pascal Programming New York: Free Press, 1980. Golub, G.H. and Wolter R. Mears. Matrix Computations 2nd ed. Baltimore: The Johns Hopkins University Press, 1989.

    Pencantuman Sumber Acuan untuk Majalah
Unsur-unsur yang harus ada adalah: Penulis. "Judul," Majalah Volume (Nornor), Halaman. Bernstein,P.A. and D.W. Shipman, D.W. "The Correctness of Concurrency Control Mechanism in a System for Distributed Database." ACM Trans on Database System, 5 (1980). 52-68. Kuttner,Bob. "The Declining Middle," Atlantic Monthly July 1983, 60-72. Pothen, A. "Simplicial cliques, shortest elimination trees,and supernodes in sparse Cholesky factorization." Technical Report CS-88-13, Dept. of Compuler Science Pennsylvania: The Pennsylvania State University, University Park, 1988. Catatan: Singkatan nama majalah disesuaikan dengan peraturan internasional yang berlaku. Ketentuan untuk itu dikemukakan antara lain dalam World list of scientific periodicals. 
  • Dalam contoh pertama, tanda baca titik mengakhiri singkatan nama majalah yang dicetak miring (dengan Pengolah Kata). Angka 5 menyatakan volume majalah (dalam majalah Indonesia biasanya "Tahun ke-5" atau "Tahun V,").
  • Judul artikel diletakkan dalam tanda petik dan nama majalah ditulis miring. Untuk technical report, yang biasanya dikeluarkan oleh suatu universitas, yang dicantumkan adalah nama report tersebut, nama dan alamat universitas atau institusi yang mengeluarkan serta nomor dan tahun penerbitan.
  • Nomor volume tidak perlu disebutkan untuk penerbitan mingguan atau bulanan tetapi selalu disebutkan untuk majalah triwulanan.
  • Nomor majalah di bawah 100 ditulis penuh: 60-72. Untuk nomor lebih besar dari 100 dan dalam batasan 100, hanya dua angka terakhirnya disebutkan: 208-22, tetapi 163-207.  
Pengarang Tidak Dikenal

Jika sumber informasi yang digunakan tidak mencantumkan nama penulis ataupun editor, maka acuan menggunakan nama tim penyusun, nama penerbit, ataupun lembaga yang menerbitkan. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan Jakarta: P.N. Balai Pustaka, 1979. Tim Penelaah Bidang Pengetahuan Alam. Tinjauan tentang perairan Indonesia bagian Timur untuk mendasari pemilihan lokasi stasiun penelitian laut Jakarta: Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, 1985. A Critical Fable Boston: Houghton Mifflin, 1922. Anonymous, M.D. The Healers New York: Putnam, 1967. "Coping with Nature." Time 29 Aug. 1983, hal. 10-11.

  • EdisiSebutkan tahun edisi yang dipakai, bukan tahun pada saat buku tersebut diterbitkan pertama kalinya. Barklund, Elmer. Contemporary Literacy Criticism 2nd ed. Detroit: Gale, 1982. Makaliwe, Hendrik. Matematika Kombinatorik Ed. 4. Jakarta: Gramedia, 1990.
  • Editor
    Posisi nama editor diletakkan sesudah judul buku dengan namanya ditulis dengan susunan nama biasa, sedangkan nama pengarang tetap diletakkan di depan. Saroyan, William. My Name Is Saroyan Ed. James H. Tasjian Now York: Coward-McCann, 1983.
  • Pengarang Gabungan
    Jika suatu karangan ditulis oleh lebih dari seorang penulis, maka semua nama penulisnya dinyatakan dalam Daftar Acuan. Vetterling, W.T. Teukolsky, S.A., Press, W.H. and Flannery, B.P. Numerical Recipes (Pascal) Revised Edition, Cambridge: Cambridge University Press, 1989. Chancellor, John, and Walter R.Mears. The New Business New York: Harper & Row, 1983. Krosnow, Erwin C,, Lawrence D. Longley, and Herbert A. Terry. The Politics of Broadcast Regulation New York: St. Martin's Press, 1982.
  • Judul dalam Judul
    Jika sumber informasi berupa karangan ilmiah yang dimuat dalam suatu himpunan karangan, maka acuan mencanturnkan nama penulis yang karangannya digunakan, disertai keterangan lengkap mengenai himpunan karangan yang menjadi asal acuan tersebut. Morton, K.W., 1968. "Initial-value Problems by Finite Difference and Other Methods.” Studies in - The state of the art in Numerical Analysis Ed. D. Jacobs. Oxford: Academic Press, 1980. Sukardjo, Atika. "Pengaruh Lingkungan Keluarga Pada Perkembangan Anak." Studi Dalam: Perkembangan Anak di Indonesia Jakarta: Balai Cipta, 1993. Catatan: Penulisan kata "Dalam" dicetak miring (dengan Pengolah Kata) dan diikuti tanda baca titik dua.
  • Terjemahan
    Jika sumber informasi berupa karya terjemahan, maka pencantumannya dalam Daftar Acuan dituliskan sebagai berikut: Mitchell, A.R. & Griffiths, D.F., Metoda Beda Hingga untuk Persamaan Differensial Parsial Terjemahan: T. Basaruddin. Jakarta: Pusat Antar Universitas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 1985. Beauvoir, Simone de. When Things of the Spirit Come First Trans. Patrick O'Brien. New York: Pantheon, 1982.
  • Perangkat Lunak Komputer
    Jika sumber informasi berupa manual perangkat lunak, maka pencantumannya dalam Daftar Acuan dituliskan sebagai berikut: Kusmiak, Gene. Bank Street Writer Perangkat Lunak dan manual. San Rafael, CA: Brodenbund, 1983. IBM, 64k, 1.1 or 2.0.
  • Bahan yang Ditulis Oleh Pengarang yang Sama
    Jika menggunakan lebih dari satu sumber yang ditulis oleh pengarang yang sama, maka nama pengarang dituliskan lengkap pada entry pertama. Liu, J.W.H. "A compact row storage scheme for Cholesky factors using elimination trees." ACM Trans on Math Software, 12 (1986), 127-148. -------------------- " The role of elimination trees in sparse factorization," SIAM J Matrix Anal & Appl, 11 (1990). 134-172. Jika sumber-sumber yang ditulis pengarang,yang sama diterbitkan dalam tahun yang sama, maka data tahun penerbitan diikuti lambang a, b, c, yang urutannya ditentukan secara kronologis berdasarkan tanggal atau bulan penerbitannya, atau berdasarkan abjad judul karangan masing-masing jika keterangan saat yang tepat penerbitannya tidak diketahui. Stewart, GA "A Note on The Perturbation of Singular Values." Lin. Alg and Its Appl., 28 (1979a), 213-228. -------------------- " Perturbation Bounds for The Definite Generalized Eigenvalue Problem." J. Inst. Math. Appl., 23 (1979b), 203-215.
Ketiga~~

Tata nama dalam sistem pengacuan

Sebagaimana tampak dalam contoh di atas, dalam Daftar Acuan nama penulis dibuat dengan mencantumkan nama keluarga atau nama terakhir terlebih dahulu, diikuti hurut pertama nama keciInya (initial). Di bawah ini diberikan beberapa contoh untuk menentukan nama penulis: 
  • Sebutan Sr. (Senior) ataupun Jr. (Junior) dan urutan keturunan dicantumkan sesudah nama pengarang. Talmadge E. King Jr. menjadi King Jr., T.E. Ira Raymond Edwards III menjadi Edwards III, I.R.
  • Nama yang dimulai dengan Mc, St., Ste. diletakkan pada urutan nama dengan ejaan Mac, Saint, Sainte,  jadi: MacMillan, J. [dalam abjad M] mendahului McGuiness, D.
  • Nama ganda ditulis berdasarkan nama pertamanya: Bertrand Poirot-Delpech menjadi Poirot-Delpech, B. Sven-Erik Larsson menjadi Larsson, S.-E.
  • Nama Spanyol, yang mencantumkan nama ayah dan ibu dengan penanda posesif y dituliskan sebagai berikut: Juan Perez y Fernandez menjadi Perez y Fernandez, J.
  • Nama dengan prefiks dituliskan berdasarkan prefiksnya (biasanya nama Inggris, Italia, Prancis, Spanyol). Contoh : J. E De Vries menjadi De Vries, J. E. M. Du Prada menjadi Du Prada, M. M. J O'Connor menjadi O'Connor, M.J. D. D Van Slyke menjadi Van Slyke, D.D.
  • Nama-nama Belgia, Belanda, Jerman, Swedia disusun berdasarkan nama, bukan prefiks. Contoh : A. von Bayer menjadi Bayer, A. von H. J. den Hertog menjadi Hertog, H.J. den J. H. van't Hoff menjadi Hoff, J.H. van't C. zu Stolberg menjadi Stolberg, C. Zu
  • Nama Cina ditulis berdasarkan nama keluarga. Contoh : Gan Koen Han menjadi Gan, K.H. Lie-Injo Luan Eng menjadi Lie-Injo, L.E.
  • Nama India (dengan das), Arab, dan Yahudi (el, ibn, abdel, ben). Contoh : J. Ben Barak menjadi Ben Barak, J. K. K. Das Gupta menjadi Das Gupta, K.K. A. El Gafar menjadi El Gafar, A, M. Ibn Saud menjadi Ibn Saud, M.
  • Nama Indonesia, berdasarkan nama keluarga atau yang dianggap sebagai penggantinya.Contoh: N. Sutan Iskandar menjadi Iskandar, N.St. [untuk Sutan] M. Lubis menjadi Lubis, M. Boen S. Oemarjati menjadi Oemarjati, B.S. 
Demikian prosedur dan tata cara penulisan Skripsi, secara khusus bila ada yang tidak sesuai itu dilihat dari ketentuan lain dari masing-masing Univesitas maupun Prodi. OK, selamat mengerjakan skripsi bagi yang sedang menjalankannya. Semoga sukses dan lancar :)

Thursday, 18 October 2012

SKRIPSI - FORMAT PENULISAN (lanjutan)

FORMAT PENULISAN SKRIPSI (lanjutan)

Kertas dan Pengetikan 

# Kertas 
   Kertas yang digunakan adalah jenis HVS-putih, minimum 80 gram
   dan ukuran A4. 

# Bidang pengetikan 
   Bidang pengetikan berjarak 4 cm dari tepi kiri kertas, dan 3 cm
   dari tepi atas, tepi kanan, dan tepi bawah kertas.

# Pengetikan 
  1. Skripsi diketik dengan penyunting kata seperti Word, Word Perfect, WS2000 atau lainnya dengan menggunakan jenis huruf Times-Roman, berukuran 12.
  2. Pengetikan dilakukan rata kanan dan kiri dengan tetap memenuhi kaidah penulisan sesuai Ejaan Yang Disempurnakan, dan hanya ada satu sisi halaman, tidak timbal-balik.
  3. Judul bab diketik pada batas atas bidang pengetikan, disusun simetris menggunakan huruf besar semua, tanpa penggarisbawahan atau pembubuhan titik di akhir judul. Nomor bab menggunakan lambang angka Romawi.
  4. Judul sub-bab diketik dari batas kiri bidang pengetikan dengan menggunakan huruf besar. Penomoran dilakukan dengan memberi nornor bab dengan angka Arab dan nomor sub-bab bersangkutan dipisah dengan tanda titik dan tanpa diakhiri titik.
  5. Judul anak sub-bab diketik dari batas kiri bidang pengetikan dengan menggunakan hurut kecil, kecuali awal judul yang diketik dengan huruf besar. Penomoran dilakukan dengan memberi nomor bab, nomor sub-bab, dan nomor anak sub-bab bersangkutan dipisah dongan titik dan tanpa diakhiri titik.
  6. Bila masih diperlukan sub-sub bab, maka penamaannya menggunakan huruf kecil seperti pada butir (e) dan penomoran mengikuti pola penomoran di atas.
  7. Awal alinea diketik lima ketukan dari batas kiri bidang pengetikan. Jika ada sub-judul atau anak sub-judul, maka awal alinea diketik lima ketukan dari batas huruf pertama sub-judul ataupun anak sub-judul. Dalam teks Skripsi, sesudah tanda baca titik (.), titik dua (:), dan titik koma (;) hendaknya diberi dua ketukan kosong, sedangkan sesudah koma diberi hanya satu ketukan kosong . Dalam acuan bacaan, sesudah tanda baca titik dua diberi hanya satu ketukan kosong.



# Jarak baris 



Semua bagian Skripsi diketik dengan spasi ganda, kecuali judul-judul dan keterangan gambar, grafik, lampiran, dan tabel. Jarak antara akhir judul bab dengan awal teks empat spasi. Jarak antara akhir teks dengan sub-judul, maupun antara sub-judul dan awal teks berikutnya tiga spasi. Jarak antar alinea sama dengan jarak antarbaris, yaitu minimal satu setengah spasi. 

# Penomoran halaman 

Bagian kepala Skripsi diberi nomor dengan angka Romawi kecil, sedangkan bagian tubuh, dan bagian ekor Skripsi diberi nomor halaman dengan angka Arab (lihat butir 1.2 di bawah untuk bagian-bagian Skripsi). Nomor halaman dicantumkan di kanan atas, kecuali halaman bab baru penomorannya di tengah. 

# Penataan Skripsi 



Tiap Skripsi terdiri dari tiga bagian utama, yaitu: 

1. Bagian kepala, yang meliputi: 


a. Halaman sampul 
b. Halaman judul 
c. Halaman judul dengan spesifikasi 
d. Halaman Pernyataan Bukan Plagiat 
e. Halaman persetujuan 
f. Halaman persembahan (bila diperlukan) 
g. Halaman Kata Pengantar 
h. Halaman Abstrak (Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia) 
i. Halaman Daftar Isi 
j. Halaman Daftar Gambar, Daftar Tabel, dan Daftar Lampiran 
k. Halaman Daftar Istilah (bila diperlukan) 

2. Bagian tubuh, yang meliputi: 

a. Pendahuluan (bab 1) 
b. Isi (bab 2 sampai bab ke -n) 
c. Kesimpulan, saran dan penutup (bab terakhir) 

3. Bagian ekor, yang meliputi: 

a. Daftar Acuan / referensi atau disebut juga daftar pustaka 
b. Gambar-gambar (bila diperlukan) 
c. Tabel-tabel (bila diperlukan) 
d. Lampiran-lampiran (bila diperlukan) 
e. Ralat (bila diperlukan) 

Berikut Penjelasannya: 

1. Bagian Kepala 

a. Halaman Sampul 

Halaman ini merupakan kulit luar penjilidan Skripsi, yang bahannya karton tebal dilapisi linen warna biru muda dan selubung plastik transparan. Huruf-huruf pada sampul dicetak dengan ketentuan yang telah dijelaskan sebelumnya. Semua huruf dicetak dengan huruf besar dengan tinta warna emas dari atas ke bawah. Komposisi huruf dan tata letak masing-masing bagian diatur simetris, rapi, dan serasi. Pada punggung halaman sampul dicetak nama penulis dengan hurut besar dan tahun penulisan. Pencetakannya mengikuti cara Anglo-Saxon, yaitu dari kiri ke kanan jika punggung buku menghadap pembaca dan halaman sampul menghadap ke atas. 

b. Halaman Judul 

Halaman ini sama tepat dengan halaman sampul, tetapi dicetak pada kertas HVS-putih dengan tinta cetak warna hitam. 

c. Halaman Judul dengan Spesifikasi 

Halaman ini sama tepat dengan halaman judul dengan penambahan keterangan khusus di bawah judul Skripsi sebagai berikut: “Diajukan Untuk Melengkapi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Komputer” Di bawah keterangan tersebut dicantumkan kata "Oleh" yang diakhiri tanda baca titik dua, nama dan nomor pokok mahasiswa, yang kemudian diikuti oleh tempat penerbitan dan tahun penerbitan. Komposisi huruf dan tata letak masing-masing bagian diatur simetris, rapi dan serasi. 

d. Halaman Pernyataan Bukan Plagiat 

Halaman ini berisi pernyataan dari mahasiswa bahwa laporan skripsinya merupakan hasil karya sendiri dan bukan plagiat. 

e. Halaman Persetujuan 

Pada halaman tersebut diketik judul Skripsi serta nama dan nomor pokok mahasiswa, yang kemudian diikuti keterangan sebagai berikut: SKRIPSI INI TELAH DIPERIKSA DAN DISETUJUI JAKARTA, . . . (isikan tanggal persetujuan Skripsi) Semua keterangan tersebut diketik mulai dari tepi bidang pengetikan, jarak baris dua spasi. Bagian selanjutnya ditata simetris, di bawah baris terakhir keterangan tersebut, yaitu nama dosen Pembimbing, lengkap dengan gelar kesarjanaannya. Nama dosen digarisbawahi, dan di bawah garis itu diketik kata PEMBIMBING. Semua yang tercantum pada halaman tersebut diketik dengan huruf besar. Begitu juga untuk Koordinator Tugas Akhir dan Kepala Program Studi. 

f. Halaman Persembahan 

Bagi mereka yang ingin mempersembahkan karyanya kepada orang tertentu, misalnya orang tua, halaman ini dapat untuk dimanfaatkan tujuan tersebut. Pengisian halaman ini dibatasi pada kata-kata ataupun kalimat. Tidak dibenarkan untuk menghiasinya dengan gambar. 

g. Halaman Kata Pengantar 

Pada dasarnya halaman ini memuat ucapan terima kasih mahasiswa kepada mereka yang telah membantunya selama penelitian. Kalimat-kalimatnya pendek, terdiri dari beberapa alinea, namun tidak lebih dari satu halaman. Judul KATA PENGANTAR diketik simetris di batas atas bidang pengetikan, tanpa penggarisbawahan dan tanpa pembubuhan titik akhir. Di akhir teks dicantumkan tempat, bulan dan tahun penyelesaian Skripsi di kanan bawah, yang diikuti kata "Penulis" di bawahnya. Di bagian tengah bawah diketik nomor halaman dengan angka Romawi kecil. 

h. Halaman Abstrak 

Halaman ini menyajikan intisari Skripsi kepada pembaca, yang mencakup: 

  •  Masalah utama yang diteliti dan ruang lingkupnya 
  •  Metoda yang digunakan 
  •  Hasil yang diperoleh
  •  Kesimpulan utama dan saran yang diajukan 
Abstrak harus harus disertakan dalam 2 bahasa, yaitu Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Abstrak dalam bahasa Inggris diletakkan di depan abstrak dalam bahasa Indonesia. Jangan sekali-kali mencantumkan informasi ataupun kesimpulan yang tidak dibahas dalam Skripsi. Abstrak hendaknya tidak lebih daripada 200 kata dan tidak menyebutkan acuan. Pada akhir abstrak dicantumkan data tebal Skripsi serta rincian ragam lampiran dan jumlah acuan yang digunakan serta kisaran tahun acuan tersebut. 

i. Halaman Daftar Isi 

Halaman ini memaparkan semua judul bab dan judul sub-bab dalam suatu daftar yang disusun secara vertikal. Semua judul bab diketik dengan huruf besar, sedangkan sub-bab, anak sub-bab dan rinciannya hanya hurut awalnya diketik dengan huruf besar. Daftar Isi diawali dengan butir KATA PENGANTAR, ABSTRAK, DAFTAR ISI, DAFTAR GAMBAR, DAFTAR TABEL, DAFTAR LAMPIRAN (bila ada), yang diikuti keterangan halaman masing-masing (dalam angka Romawi kecil), kemudian diikuti rincian bab Bagian Tubuh Skripsi, dan ditutup DAFTAR ACUAN. Tiap judul sub-bab dan anak sub-bab diketik makin ke dalam sesuai. 

j. Halaman Daftar Gambar, Daftar Tabel, dan Daftar Lampiran 

Daftar ini memberikan kepada pembaca petunjuk yang memungkinkannya dengan cepat dan tepat mengetahui, gambar dan label serta lampiran apa saja yang ada dalam Skripsi tersebut dan di halaman berapa kita dapat melihatnya. 

k. Halaman Daftar Istilah 

Daftar ini berisi keterangan istilah-istilah yang digunakan dalam penulisan dan diperkirakan perlu diterangkan. 


2. Bagian Tubuh 

Dalam bagian ini tercantum teks yang secara ilmiah memaparkan penelitian yang dilakukan serta hasil-hasil yang diperoleh dari penelitian tersebut. Penyajiannya lugas dan sistematis, menggunakan bahasa Indonesia sesuai kaidah tata bahasa yang berlaku, dan pengejaannya sesuai dengan Pedoman Umurn Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Pengindonesiaan istilah mengikuti Pedoman Umum Pembentukan Istilah, scdangkan ragam bahasa baku mengikuti Kamus Besar Bahasa Indonesia. 

a. Bab Pendahuluan 

Dalam bab Pendahuluan, yang merupakan BAB I Skripsi, dikemukakan topik sebagai berikut dengan singkat dan jelas: 

(a) Latar belakang masalah yang akan dibahas 
(b) Perumusan masalah dan ruang lingkupnya 
(c) Metode penelitian yang digunakan 
(d) Hipotesa atau hasil yang diharapkan bila penelitian bersifat deskriptif 
(e) Tujuan/manfaat dilakukannya penelitian
(f) Sistematika penulisan laporan 

Jika dianggap perlu, dalam bab ini dapat disebutkan hambatan-hambatan yang dialami dalam melaksanakan penelitian. 

b. Bab-bab Isi 

Bagian ini memaparkan hasil penelitian dan mengemukakan pemikiran penulisnya. Hasil pengolahan data statistik dibahas dan dibandingkan dengan hasil atau pendapat peneliti lain di bidang tersebut, yang sumbernya tercantum dalam Daftar Acuan. Bagian analisis merupakan hal yang mutlak ada pada laporan dan diikuti dengan perancangan atau ide dan solusi yang diajukan. Kemudian dilanjutkan dengan implementasi dan pengujian. Setiap hasil penelitian yang ditulis langsung diikuti pembahasan yang berkaitan dengan hasil tersebut. Hasil-hasil yang diperoleh kemudian dikaitkan dengan hipotesa yang dikemukakan (pengujian hipotesa dinyatakan dalam Lampiran). 

c. Bab Kesimpulan dan Saran 

Bab ini merupakan bab terakhir, yang memuat semua hasil penelitian secara sistematis. Pada akhir bab tersebut dapat dikemukakan saran yang berkaitan dengan penelitian yang telah dilakukan. Misalnya, bahan atau aspek yang dapat diteliti lebih lanjut. 


3. Bagian Ekor 

Bagian ini merupakan bagian akhir Skripsi yang tidak ditandai oleh judul BAB, namun penomoran halamannya melanjutkan nomor halaman sebelumnya. Bagian akhir Skripsi terdiri dari empat bagian, yaitu: 

(a) Daftar Acuan 
(b) Gambar (termasuk foto dan grafik) 
(c) Tabel 
(d) Lampiran; dan bilamana perlu 
(e) Kartu asistensi 
(f) Ralat 

a. Daftar Acuan 

Dijelaskan pada bagian Tata Cara Penulisan Skripsi yaa..!! 

b. Gambar 

Gambar yang dirasa mengganggu jika dimuat pada bagian tubuh Skripsi, mungkin karena ukuran atau formatnya tidak sama dengan halaman-halaman yang lain atau karena jumlahnya banyak, sebaiknya diletakkan pada bagian ekor Skripsi. Bagian ini diawali halaman kosong yang ditandai kata GAMBAR di tengah bidang pengetikan. Halaman ini tidak diberi nomor halarnan, tetapi ikut dihitung. Gambar, grafik, lukisan garis, ataupun foto hendaknya dirancang untuk memberikan pengertian yang lebih baik terhadap keterangan yang diberikan teks Skripsi. Sebaiknya gambar merupakan hasil cetakan dari printer, agar dapat direproduksi dongan jelas dan baik. 
Sebaiknya tidak menggunakan gambar ataupun grafik yang dibuat pada kertas milimeter ataupun reproduksinya. Bila dua gambar atau lebih diletakkan berdekatan untuk memudahkan pembandingan, hendaknya berjarak antara sekurang-kurangnya 0,5 cm. Gambar yang harus diletakkan memanjang, bagian atas gambar hendaknya diarahkan pada sisi penjilidan (dalam hal demikian maka pencantuman nomor halaman tetap sama seperti pada halaman lainnya). Tiap gambar hendaknya diberi garis bingkai. Judul dan keterangan gambar ditempatkan 1 cm di bawah bingkai, diketik tidak melampaui batas kiri-kanan bingkai. Semua keterangan ditulis dengan huruf kecil, kecuali awal kata "Gambar", awal keterangan, dan kata nama, yang ditulis dengan huruf besar. Penomoran gambar dinyatakan dengan angka Arab. Gambar yang merupakan kelompok ditandai dengan huruf a, b, c, dan seterusnya. 

c. Tabel 

Tabel yang berukuran besar atau banyak jumlahnya yang dirasa mengganggu bila dimuat pada bagian tubuh Skripsi sebaiknya diletakkan di bagian Tabel. Bagian ini diawali halaman kosong yang ditandai kata TABEL di tengah bidang pengetikan. Halaman ini tidak diberi nomor tetapi ikut dihitung. Tabel merupakan alat bantu visual yang bermanfaat untuk menyajikan data secara jelas dan menyeluruh, disamping memungkinkan pernbandingan secara cepat. Untuk itu tabel hendaknya dirancang dengan baik dan cermat, susunannya logis dan sederhana, tanpa dijejali data yang tidak relevan. Tabel dapat disusun memanjang dengan ketentuan sama seperti halnya Gambar (lihat butir 2.5.1, di atas). 
Bila label melebihi satu halaman, dapat dilanjutkan pada halaman berikutnya dengan ketentuan sebagai berikut: Di batas atas bidang pengetikan dicantumkan identitas tabel diikuti keterangan "(Lanjutan)" - yaitu dalam tanda kurung - diketik secara simetris. Dua spasi di bawahnya diketikkan keterangan kolom-kolom tabel, seperti tercantum pada awal tabel di halaman sebelumnya. Cara demikian diulang pada tiap halaman baru yang melanjutkan tabel yang sama. Garis penutup tabel diberikan hanya bila tabel sudah selesai seluruhnya. Nomor tabel dinyatakan dengan angka Arab. Baris terakhir judul tabel berjarak 1 cm dari batas atas tabel. Keterangan tabel diketik di akhir tabel dengan huruf kecil, kecuali awal keterangan dan kata nama, yang diketik dengan huruf besar. Lebar keterangan tidak melebihi batas kiri-kanan bingkai tabel. 
Gambar dan tabel yang besar dapat dibuat pada halaman lebar yang kemudian dilipat. Melipat halaman lebar tersebut hendaknya sedemikian rupa, sehingga sepertiga bagian ujung tabel terlipat membuka ke arah pembaca. Sekalipun demikian dianjurkan, agar memperkecil gambar ataupun tabel sehingga dapat dimuat pada satu halaman. Dalam hal demikian, judul dan keterangannya dibuat pada lembar hasil pengecilan, agar berukuran sama dengan judul dan keterangan gambar atau tabel lainnya. Bilamana ada gambar, grafik, ataupun tabel yang dikutip dari literatur, hendaknya sumber dinyatakan dalam tanda kurung siku [Sumber: ... ]; pengacuan sumber disesuaikan cara pengacuan dalam teks Skripsi. 

d. Lampiran 

Bagian ini diawali halaman kosong yang ditandai kata LAMPIRAN di tengah bidang pengetikan. Halaman ini tidak diberi nomor, tetapi ikut dihitung. Dalam LAMPIRAN disajikan keterangan-keterangan yang dianggap penting untuk Skripsi, tetapi yang akan mengganggu kelancaran membaca bila dicanturnkan di Bagian Tubuh Skripsi. Nomor lampiran dinyatakan dongan angka Arab dan diketik di tengah bidang pengetikan. Judul lampiran diketik dengan huruf kecil, kecuali awal kata "Lampiran", awal keterangan, dan kata nama, yang d ketik dengan huruf besar. Baris pertama teks lampiran diketik dua spasi di bawah baris terakhir judul lampiran. 

e. Kartu Asistensi 

Kartu asistensi yang merupakan bukti bimbingan yang dilakukan oleh mahasiswa dengan dosen pembimbing harus juga disertakan. Minimal bimbingan yang dilakukan adalah sebanyak 5 kali. 

f. Ralat 

Bila seluruh Skripsi telah selesai diketik dan ternyata terdapat beberapa kesalahan, maka dapat dibuat suatu ralat. Seandainya pada satu halaman terdapat lebih dari tiga pembetulan, maka sebaiknya halaman tersebut diketik ulang. Ralat dibuat pada halaman tersendiri, tanpa diberi nomor halaman dan ditempatkan di akhir Bagian Ekor, yaitu sebelum halaman kulit sampul belakang, sebagai halaman lepas tidak dijilid.

SKRIPSI - FORMAT PENULISAN


FORMAT PENULISAN PROPOSAL SKRIPSI

Kesatu ~~


Struktur proposal skripsi, antara lain:

• Halaman judul
Halaman ini merupakan halaman sampul proposal skripsi dan berisi keterangan yang menyatakan dengan urutan dari atas hingga ke bawah sebagai berikut:

 Logo Universitas
 Nama Universitas
 Judul Prosposal Skripsi secara lengkap
 Jenis dokumen
 Nama
 Nomor Induk Mahasiswa
 Nama Program Studi
 Tempat Penyusunan
 Tahun Penyusunan


Semua huruf dicetak dengan UpperCase. Komposisi  huruf dan tata letak masing-masing bagian diatur simetris (Alignment = Center), rapi dan serasi.

• Abstrak
Halaman ini menyajikan intisari proposal skripsi, yang mencakup:

+ Masalah utama yang diteliti dan ruang lingkupnya
+ Metoda yang digunakan
+ Hasil yang diharapkan

• Daftar Isi
Halaman ini berisi daftar isi dari proposal skripsi, berupa babdan sub-sub bab disertai dengan nomor halaman beb dan sub-sub bab tersebut

• Bab-bab isi proposal skripsi
<Lihat keterangan selanjutnya yaaa..!!>

• Jadwal Penyusunan Skripsi
Bab ini berisi tahapan penyusunan Skripsi dilengkapi dengan milestone-nya. Dalam bab ini juga dapat ditambahkan hal-hal lainnya, misalnya kendala yang ada, kemungkinan perubahan/alternatif, dan lain-lain. Harap dicatat dalam jadwal difokuskan pada proses, aktifitas atau rincian tugas/pekerjaan yang akan dilakukan bukan dalam bentuk bab penulisan.

• Daftar Pustaka
Halaman ini berisi daftar pustaka/acuan yang digunakan dalam penyusunan Proposal Skripsi. Bila terdapat lampiran-lampiran, maka lampiran tersebut diletakkan setelah Daftar Pustaka dan dicantumkan pula dalam Daftar Isi.

Kedua~~

Petunjuk penulisan proposal

Umumnya isi Proposal Skripsi mencakup topik/bab di bawah ini. Petujuk ini sebagai arahan untuk penulisan proposal, sehingga suatu proposal layak disebut sebagai Proposal Skripsi. Judul dari setiap bab diperbolehkan disesuaikan dengan tema/kreativitas penulis, hanya substansi dan urutan setiap bab harus dipertahankan.
- Bab Pendahuluan
Bab ini berisi :

• Pengantar, bersifat overview dan lingkup skripsi.
• Permasalahan
• Pembatasan masalah
• Tujuan dan manfaat
- Bab Dasar Teori dan latar Belakang

Bab ini berisi uraian mengenai rincian lingkup masalah yang akan dicakup termasuk kaitannya dengan bidang teori/teknologi yang digunakan. Penjelasan teori/teknologi diusahakan untuk memperjelas permasalahan yang ada terutama dari segi perumusan dan identifikasi masalah. Jadi bukan hanya penjelasan suatu teori/teknologi umum tertentu, tapi difokuskan ke konteks masalah. Latar belakang menggambarkan lingkup penerapan teori/teknologi dan masalah yang ada. Misalkan untuk studi kasus organisasi dalam bagian ini diterangkan kaitannya dengan struktur dan lingkup organisasi. Dalam kasus lain, skripsi dapat merupakan kajian/pengembangan dengan fokus topik tertentu, maka lingkup menerangkan objek/contoh/operasi yang umum untuk kajian/pengembangan tersebut. Pada bagian ini harus diterangkan hubungan topik skripsi dengan pekerjaan/riset/hasil (related works) sebelumnya atau pernah dilakukan, sebagai referensi.

Catatan: Pengertian studi kasus adalah lingkup sangat terbatas dan masalah tersebut merupakan contoh (case) yang spesifik, tapi masalah/solusi mengarah pada kasus umum.

- Rincian Tujuan/Solusi

Bab ini berisi uraian singkat mengenai rincian gambaran tujuan, solusi yang akan dicapai. Hal tersebut mencakup tujuan spesifik, lingkup luas, target solusi yang spesifik dan “deliverables” skripsi. Secara umum tujuan dapat menggambarkan kontribusi yang diberikan penelitian skripsi.

- Metodologi Penelitian dan Tahapan Proses/Pencapaian Tujuan

Bab ini berisi outline metodologi akan digunakan untuk perumusan masalah dan mencapai tujuan skripsi. Metodologi dapat diadopsi dari konsep/framework/teori tertentu yang telah ada atau menyusun metodologi sebagai modifikasi dari metodologi yang telah ada. Pada tahap ini fokus metodologi lebih difokuskan untuk memberikan arahan pada aktifitas/proses yang akan dikerjakan untuk mencapai tujuan skripsi dan bukan pada hasil atau solusi.

Sebuah Proposal Skripsi terdiri dari:

# Secara umum untuk Skripsi minimal 40 halaman
# Jarak spasi 1,5
# Teks : ukuran huruf 12 pt untuk Times New Roman atau Arial 11 pt
   Judul : ukuran huruf 14 pt untuk Times New Roman atau Arial 13 pt
   Nama Universitas (pada cover bagian bawah) : ukuran huruf 16 pt 
   untuk Times New Roman atau Arial 15 pt
# Margin berjarak 4 cm dari tepi kiri kertas, dan 3 cm dari tepi atas, tepi 
   kanan, dan tepi bawah kertas
# Diketik di atas HVS putih ukuran A4 minimal 80 gram
# Dijilid softcover


SKRIPSI - PROSEDUR PENYUSUNAN

Assalamualaikum Pemirsa :D 

Kali ini saya mau berbagi catatan tentang Petunjuk Teknis Penyusunan dan Penulisan SKRIPSI. Ini diringkas dari sumber petunjuk dari Jurusan saya (Sistem Informasi-versi 1.2) yang di unduh pada tanggal 12/11/2011. Daripada membusuk di USB saya, mendingan saya membagikan ini kepada pemirsa. Ya walaupun saya masih duduk di semester 5 dan supaya saya tetap ingat cara penulisan dan format skripsi itu bagaimana dengan tetap menengok blog ini sesering mungkin, hoho.. Lanjut lah!! 

PROSEDUR PENYUSUNAN

Kesatu~~

Apa sih tujuan menulis Skripsi itu? Ada yang tau?? Haa, nggak tau?? Yaudah saya kasih tau deh.. 



Tujuannya itu sebagai kulminasi atau pencapaian serangkaian proses pendidikan selama mengikuti jenjang tingkat S1. Ini merupakan bagian dari kurikulum dari semua Universitas dan merupakan syarat mutlak kelulusan di program studi yang Anda geluti. Penyusunan skripsi tergantung pada kaidah dan orientasi jurusan atau program studi masing-masing. Sebagai contoh di jurusan saya (Sistem Informasi), harus berorientasi pada aplikasi atau sistem dengan kaidah ilmu Teknologi Informasi serta lebih menitikberatkan pada solusi optimum dan reasonably acceptable ketimbang solusi berdasarkan studi atau penelitian yang sangat ekstensif.


Kedua~~ 

Prasyaratnya 

(Sesuai dengan kebijakan pihak program studi)

Ketiga~~ 

Topik dan pembimbing 

Mahasiswa dapat menentukan sendiri topik Skripsi, sesuai minat mahasiswa dan ketersediaan pembimbing. Setelah sudah dipikirkan topik apa yang akan dijalankan, formulir pengajuan prosposal skipsi dapat diperoleh dari Tata Usaha (TU) masing-masing jurusan. Penentuan pembimbing ditunjuk oleh Koordinator Tugas Akhir, misalnya si Sekretaris Prodi.. Disana terdapat daftar nama pembimbing dan area penelitian skripsi sesuai minat masing-masing mahasiswa.

Keempat~~

Penjelasan lebih lengkapnya bagaimana prosedur tentang pengajuan proposal atau judul tugas akhir??


  • Mahasiswa mengambil formulir pengajuan Proposan/Judul dan mengisinya dengan lengkap (tulisan dapat dibaca dan rapi) di TU
  • Formulir yang telah diisi tersebut harap di fotocopy sebanyak 2 lembar, diserahkan ke Dosen Pembimbing (1 lembar yang asli) dan untuk Mahasiswa + ke pihak Prodi (total 2 lembar)
  • Mahasiswa mengajukan proposal/judul ke Dosen Pembimbing TA
  • Jika mahasiswa ingin mengajukan lebih dari 1 judul, maka hanya diperbolehkan maksimal 3 judul dan diketahui oleh dosen pembimbing
  • Jika dalam jangka waktu 1 semester mahasiswa belum menyelesaikan tugas akhirnya, maka pada semester berikutnya mahasiswa tersebut diwajibkan mengubah judul atau menyerahkan judul baru kepada pembimbing TA dan bimbingan TA dimulai dari awal kembali
  • Prodi atau dosen pembimbing berwenang untuk merevisi atau mengubah judul TA bila dipandang perlu

Kelima~~ 

Tahapan penyusunan skripsi 

Mahasiswa yang menduduki awal semester 6, harap memulai dan menyiapkan topik apa yang akan di pakai saat menulis Skripsi. Disini misalkan pada saat selesai pengambilan mata kuliah Riset Teknologi Informasi (RTI) pada semester tersebut. Yang harus dipersiapkan dan diidentifikasikan antara lain: judul tentatif skripsi, motivasi atau latar belakang, sasaran akhir dan metodologi untuk mencapai sasaran (survey, simulasi, studi kasus, benchmarking, desain spesifikasi, implementasi, etc) 

Penyusunan 

Penyusunan prosopal harus melihat pada bagian format penulisan proposal skripsi

Keenam~~

Sidang Skripsi 

(Sesuai dengan kebijakan pihak program studi)

Ketujuh~~ 

Perlengkapan setelah sidang Skripsi

(Sesuai dengan kebijakan pihak program studi)